Tampilkan postingan dengan label Fakta-fakta dalam al-Qur'an. Tampilkan semua postingan


Arti: Kebajikan itu bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan ke arah barat, tetapi kebajikan ialah (kebajikan) orang yang beriman kepada ALLAH, hari akhir, malaikat-malaikat, kitab-kitab, dan nabi-nabi dan memberikan harta yg dicintainya kepada kerabat, anak yatim, orang-orang miskin, orang-orang yang berada dalam perjalanan (musafir), peminta-minta, dan untuk memerdekakan hamba sahaya, yang melaksanakan shalat dan menunaikan zakat, orang-orang yang menepati janji apabila berjanji, dan orang yang sabar dalam kemelaratan, penderitaan dan pada masa peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar, dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.

Makna:
            Dalam ayat ini menerangkan tentang syarat2 orang yang melakukan kebajikan, yaitu adalah orang2 yang beriman kepada ALLAH, hari akhir (kiamat), kitab2 (taurat, injil, zabur yg terangkum di dalam al-Qur’an), dan juga percaya kepada nabi2.  Bukan hanya diucapkan dalam perkataan saja, tetapi diyakini dalam hati dan dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari dengan hati yg ikhlas, lillahi ta’ala.
Lalu orang2 yang memberikan harta yang dicintainya, maksud dari harta yang dicintai adalah memberikan harta (bisa saja uang atau benda) yang paling baik dan sangat berguna bagi orang lain (jika itu benda). Jadi sebenarnya, soal menyumbangkan benda2 kepada orang lain, alangkah baiknya jika itu tidaklah bekas, tetapi masih baru. Disini, ALLAH memerintahkan kita untuk tidak pelit dengan cara memberikan sebagian harta kita untuk kerabat (keluarga ataupun saudara yg kurang mampu), anak yatim, orang miskin, para musafir, peminta-minta dan untuk memerdekakan hamba sahaya.
Perintah ALLAH selanjutnya adalah melaksanakan shalat (yang 5 waktu maupun yg sunah), dan menunaikan zakat. Menepati janji jika kita telah berjanji dengan orang lain, dan janganlah menunda-nundanya, jika janji tidak terlaksana, janji itu akan ditagih diakhirat nanti, memangnya sobat mau amal kawan diakhirat nanti berkurang gara2 ‘membayar’ sebuah janji? Dan juga jangan mengatakan kata INSYAALLAH, jika kita tidak bisa menepati janji tersebut, karena kata insyaallah ini bermakna bahwa kita dapat melakukan janji tsb dengan orang lain sesuai dengan waktu yang dijanjikan.
Syarat orang yg melakukan kebajikan berikutnya adalah orang yang sabar. Mereka sabar dalam keadaan kemelaratan, artinya dalam keadaan yg serba tak bercukupan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, mereka tetap sabar dan berusaha dalam kehidupannya. Jadi jangan hanya sabar doang, kawan, tapi juga perlu usaha untuk memenuhi kebutuhan dunia agar amal untuk akhirat tidak terganggu. Begitulah singkatnya! (padahal tulisan ni kepanjangan ^^;).
Dan juga sabar dalam penderitaan dalam peperangan. Ini bisa kita lihat kisah2 perjuangan Rasulullah saulallohhu’alaihiwassallam, dalam menegakkan agama tauhid ini, dan juga kisah para sahabatnya. Bisa juga contohnya pada saat negara kita pernah dijajah dahulu oleh para kompeni2 sadis (0o0’), betapa sabarnya para pejuang kita melawan para penjajah hanya demi sebuah kata: MERDEKA. Allohuakbar! (makanya sobat, jangan menyia-nyiakan perjuangan leluhur kita dengan belajar, menambah iman, ilmu pengetahuan dan wawasan agar tidak terjajah oleh negara lain, betul tidak?).
Dan yg paling membuat hati kita bergetar adalah perjuangan orang2 yg berada di Palestina. Tiap detik, menit, memakan korban karena senjata oleh para yahudi yg tak berhati. Mereka disana tetap sabar dan berjuang demi haknya, demi haknya menjalankan kewajiban dalam kehidupannya. Bahkan melakukan ibadahpun mereka selalu was-was karena adanya serangan yg dilakukan oleh israel yg kejam itu! Na’udzubillahiminzalik! (Semoga ALLLAH selalu melimpahkan rahmat dan kekuatan kepada saudara kita disana. Amii...n!)
Huwallahualam.

Nah, sekian dulu penjelasan surah al-Baqarah ayat 177. Semoga bermanfaat bagi sobat dan orang2 yg ada disekitar sobat. Mohon maaf jika ada kekurangan disana-sini dalam penulisan dan pemahaman.
Wassalamu’alaikum!

Arti: Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh setan2 pada masa Kerajaan Sulaiman. Sulaiman itu tidak kafir tetapi setan2 itulah yang kafir, mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada 2 malaikat di negeri Babilonia, yaitu Harut dan Marut. Padahal keduanya tidak mengajarkan sesuatu kepada seseorang sebelum mengatakan, ”Sesungguhnya kami hanyalah cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kafir”. Maka mereka mempelajari dari keduanya (malaikat itu) apa yang (dapat) memisahkan antara seorang (suami) dengan istrinya. Mereka tidak akan dapat mencelakakan seseorang denagn sihirnya kecuali dengan izin Allah. Mereka mempelajari sesuatu yang mencelakakan, dan tidak memberi manfaat kepada mereka. Dan sungguh, mereka sudah tahu, barang siapa membeli (menggunakan sihir) itu, niscahaya mereka tidak akan mendapat keuntungan di akhirat. Dan sungguh, sangatlah buruk perbuatan mereka yang menjual dirinya dengan sihir, sekiranya mereka tahu.

Makna:
Assalaamu’alaikum, kawanku semua. Kali ini saya mencoba membahas surat al-Baqarah ayat 102, tentang sihir, alias magic (bhs: english), alias mahou (bhs: jepang). ^^;

Di zaman sekarang ini, kita tahu bahwa sihir sangat berkembang pesat. Baik itu sihir dengan trik/tipuan mata, maupun sihir yang benar2 sihir yang mana kita tahu itu dibantu oleh makhluk gaib. Tahukah kawan, bahwa asal mula sihir itu datang dari mana?
Sebelumnya, kita harus tahu arti sihir itu apa. Mulai dari segi bahasa, agama maupun para ahli/pengamat. Arti yang lebih jelas, dapat dilihat pada website: http://nidauljannah.wordpress.com/2009/08/05/sihir-dalam-pandangan-al-quran-dan-as-sunnah/
Sihir itu tidaklah sebuah kekuatan, melainkan bantuan makhluk gaib dimana manusia melakukan sebuah “registrasi” dengan makhluk gaib agar mereka membantu manusia dengan “imbalan” bagi makhluk gaib tsb yang mana hanya orang terkaitlah yang mengetahuinya. Jadi, sihir itu adalah suatu perlakuan manusia yang dibantu (atau kata kasarnya: bersekutu) oleh makhluk gaib itu.
Sebenarnya, sihir telah ada dizaman Nabi Sulaiman As. ALLAH memberikan sebuah mukjizat kepada Nabi Sulaiman yaitu dapat memerintahkan manusia, hewan dan jin sebagai pasukan kerajaannya.

Sejarah Singkat
Ilmu sihir ini pertama kalai ada pada zaman Nabi Sulaimana a.s.
Dahulu para setan naik ke langit untuk mencuri kabar yang disampaikan oleh para malaikat tentang sesuatu yang akan terjadi di muka bumi berupa kematian, ilmu ghaib, dan perintah Allah SWT.
Allah memberitahukan kepada Nabi Sulaiman tentang tipu daya setan tersebut, lalu Nabi Sulaiman memendam seluruh catatan kalimat di bawah kursi kerajaan dan tidak ada satu setan pun yang mampu mendekatinya.
Setelah Nabi Sualiman wafat, setan berubah wujud seperti manusia dan berusaha mengeluarkan catatan tersebut dari bawah kursi Sulaiman, kemudian dia mengatakan kepada manusia, "Apakah kalian ingin mendapatkan harta karun yang tidak pernah terbatang?" Maka setan menunjukkan sihir yang dipendam oleh Nabi Sulaiman di bawah kursinya lalu dipelajari oleh manusia dari zaman ke zaman. (http://kisahislamiah.blogspot.com/2011/08/sejarah-sihir.html)
Begitulah kawan. Dan pada saat nabi akan meninggal, beliau mengubur semua “buku2 tentang pengendalian sihir” agar tak satupun manusia yang mempelajarinya, dan agar manusia tidak tersesat apalagi mempersekutukan ALLAH. Akan tetapi, setan memberdayakan manusia untuk “mengambil” kembali dan mempelajari sihir itu. Dan tentu pula, setan mengajari orang2 yang sesat itu untuk menguasai sihir. Dan akhirnya, berkembanglah sihir itu hingga saat ini.

Jadi, pada saat setelah Nabi Sulaiman tidak ada, sihir itu berkembang dengan pesat dan disalahgunakan. Misalnya, untuk menyihir seseorang agar sesat, menjadi pengikut orang itu, dsb. Ini sangat fatal!
Mari kita lihat di zaman kini, abad 21. Saat ini, sihir digunakan sebagai hiburan, terutama sering kita lihat di TV. Bagaimana dengan sihir2 tersebut? Apa masih dikategorikan sebagai kemusyrikan? . . . Yang jelas, apapun bentuk dan tujuannya sihir itu tetap tidak di perbolehkan karena itu kita bisa menjadi musyrik dan dianggap telah mempersekutukan ALLAH. Dan merugilah orang2 tersebut di akhirat kelak.
Namun kalau menurut saya, sihir trik/tipuan lebih baik karena tidak menggunakan “jasa” makhluk gaib. Kita hanya menggunakan alat dan kecerdikan kita, namun jangan sampai membuat orang lain berpikiran menjadi jauh dari mengingat ALLAH. Misalnya, dengan bantuan bahan kimia (body lotion), seseorang dapat memegang puntung api untuk beberapa saat, tahukah kawan hal itu? Namun, jika tak ada keahlian janganlah berbuat yang saya katakan di atas tadi, bisa2 tangan kawan2 semua pada meletup! ^0^; Trik2 seperti itu (bantuan kimia maupun pelajaran lain) bisa menambah ilmu pengetahuan kita dan tentunya menghibur. Namun jangan lupa untuk mensyukuri nikmat pengetahuan tsb kepada ALLAH.

Selanjutnya,
Tentang 2 malaikat yang diturunkan oleh ALLAH di Babilonia. Saya lupa mencatat maupun mengkopi dari sebuah website tentang hal ini. Namun singkatnya, kedua malaikat ini sangat ingin menjadi manusia, hamba yang sangat ditinggikan oleh ALLAH. Dan ALLAH pun berkata bahwa mereka ber2 tidakkan sanggup menjadi manusia dengan segala cobaan yang diberikan. Namun mereka tetap pada keinginan mereka. Dan akhirnya mereka pun di turunkan ALLAH dan menjadi manusia. Namun apa yang terjadi? ALLAH sangat benar. Mereka tidaklah sanggup menjadi manusia dan lebih buruk perlakuannya ketimbang manusia. ALLAH pun menghukum mereka berdua. Yang satu digantung antara langit dan bumi dan yang satunya lagi berada di samudra.
Huwallahualam!

Nah, itulah penjelasan singkat ayat hari ini. Semoga bermanfaat. Mohon maaf bila ada kekurangan dan kesalahan. Karena kebenaran hanya datang dari ALLAH, dan saya sendiri hanya bisa melakukan yang saya bisa. Akhir kata,

Wassalaamu’alaikum.

nb: Kami sangat mengharapkan kritik dan saran dari teman2 semua.
Assalaamu'alaikum, kawan ku semua! ^__^
Kali ini, kami akan membahas tentang surat al-Furqan, ayat 45-53 tentang kekuasaan ALLAH. nyok, langsung aja! ^.^/

Arti:
45. Tidakkah engkau memperhatikan (penciptaan)Tuhanmu, bagaimana Dia memanjangkan (dan memendekkan) bayang-bayang; dan sekiranya Dia menghendaki, niscaya Dia jadikan (bayang-bayang itu) tetap, kemudian Kami jadikan matahari sebagai petunjuk,
Makna:
Disini, kita disuruh ALLAH untuk memperhatikan, mengamati, mempelajari, dan memahami ayat ini. Dan maksud dari memanjang dan memendekkan bayangan adalah adanya siang dan malam. Saat pagi hari menjelang siang, bayangan kita semakin lama semakin panjang, dan dari siang menjelang malam, bayangan tersebut semakin memendek. Ini juga berarti bahwa ALLAH mengajarkan kita tentang waktu, adanya waktu siang dan malam yang telah kita jumpai yaitu waktu dibumi ini yang telah digenapkan menjadi 24 jam dalam sehari.
Bayang-bayang itu tetap, maksudnya adalah jika ALLAH menghendaki waktu dibumi ini akan terus menjadi siang dan tidak ada waktu malam.Namun itu hanyalah jika ALLAH menghendaki.
Lalu, matahari sebagai petunjuk. Petunjuk disini maksudnya bisa sebagai petunjuk waktu antara pagi, siang, sore dan malam. Dan bisa juga sebagai penunjuk arah mata angin, dimana matahari terbit sebelah timur dan terbenam di sebelah barat.

46. kemudian Kami menariknya (bayang-bayang itu) kepada Kami* sedikit demi sedikit.
Makna:
Maksudnya adalah adanya perputaran matahari, dari terbitnya fajar (subuh) sampai terbenamnya matahari (maghrib).
*Bayang2 itu Kami hapuskan dengan perlahan2 sesuai dengan terbenamnya matahari sedikit demi sedikit.

47. Dan Dialah yang menjadikan malam untukmu (sebagai) pakaian, dan tidur untuk istirahat, dan Dia jadikan siang untuk bangkit berusaha
Makna:
Malam sebagai pakaian maksudnya, malam sebagai penutup hari, dimana saat malam lebih baik kita tidur untuk mengistirahatkan tubuh kita setelah berusaha diwaktu siang. Maka dari itu, adanya siang sebagai kesempatan kita untuk berusaha mencari rezki yang halal dan untuk menuntut ilmu bagi pelajar. Dan saat malam adalah untuk beristirahat. Itulah hikmah dibalik adanya siang dan malam yang diciptakan oleh ALLAH.

48. Dan Dialah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa kabar gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); dan Kami turunkan dari langit air yang sangat bersih,
Makna:
Dalam ayat ini adalah sebuah pengetahuan, bahwa saat sebelum hujan tentunya akan ada angin kencang penanda akan turun hujan. Tentu saja hujan adalah kabar gembira, karena dengan adanya air hujan yg sangat bersih dari langit (tidak terkontaminasi dengan hal2 lain, ex: bahan2 kimia) memberi manfaat bagi kesuburan tanah, penambah sumber air, dan pembersih udara.

49. agar (dengan air itu) Kami menghidupkan negeri yang mati (tandus), dan Kami memberi minum kepada sebagian apa yang telah Kami ciptakan, (berupa) hewan2 ternak dan manusia yang banyak.
Makna:
Telah dijelaskan pada ayat sebelumnya, bahwa dengan air hujan dapat menyuburkan tanah yang kering, sebagai sumber air minum untuk makhluk hidup yang ada di bumi, seperti manusia, hewan dan tumbuhan.

50. Dan sungguh, Kami telah mempergilirkan (hujan) itu diantara mereka agar mereka mengambil pelajaran; tetapi kebanyakan manusia tidak mau (bersyukur), bahkan mereka mengingkari (nikmat).
Makna:
Mempergilirkan hujan maksudnya, kita telah tahu adanya pergantian musim disetiap daerah. Misalnya di Kota Bukittinggi sedang hujan. Awan yg membawa hujan akan terus berjalan sampai pada tempat dimana kandungan air pada awan akan habis (pada batas min), misalnya kota Padang. Lalu, bisa saja bergilir ke daerah lain, dst. Pergiliran hujan ini juga sebuah pelajaran dar ALLAH bagi kita agar kita lebih bersyukur lagi dengan apa yg telah diberikan ALLAH kepada kita.

53. dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar dan segar dan yang lain sangat asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang tidak tembus.
Makna:
Kita tahu bahwa air yang ada di bumi semuanya menyatu tanpa batas antara tawar dan asin, tanpa adanya pencampuran antarkedua konsentrasi air yang berbeda. Inilah kekuasaan ALLAH. Para penelitipun sulit mempercayai tentang fenomena tsb. Dan ini benar2 fakta, bahwa adanya suatu dinding pemisah antara air tawar dengan air asin yang ada dilautan.
Bahkan, ada seorang peneliti yang ingin mencari tahu tentang kenapa air tawar dan air laut tidak pernah bersatu, lalu teman si peneliti ini adalah orang muslim dan ia membacakan ayat ini beserta artinya. Ia pun mendapat ilham dan akhirnya masuk Islam. Subhanallah!


Demikianlah kawan, ayat hari ini. Mudah2an bermanfaat. Mohon maaf bila ada salah kata.
Wassalaamu'alaikum!