Rara Deye On Minggu, 22 April 2012

Assalaamu'alaikum, kawan ku semua! ^__^
Kali ini, kami akan membahas tentang surat al-Furqan, ayat 45-53 tentang kekuasaan ALLAH. nyok, langsung aja! ^.^/

Arti:
45. Tidakkah engkau memperhatikan (penciptaan)Tuhanmu, bagaimana Dia memanjangkan (dan memendekkan) bayang-bayang; dan sekiranya Dia menghendaki, niscaya Dia jadikan (bayang-bayang itu) tetap, kemudian Kami jadikan matahari sebagai petunjuk,
Makna:
Disini, kita disuruh ALLAH untuk memperhatikan, mengamati, mempelajari, dan memahami ayat ini. Dan maksud dari memanjang dan memendekkan bayangan adalah adanya siang dan malam. Saat pagi hari menjelang siang, bayangan kita semakin lama semakin panjang, dan dari siang menjelang malam, bayangan tersebut semakin memendek. Ini juga berarti bahwa ALLAH mengajarkan kita tentang waktu, adanya waktu siang dan malam yang telah kita jumpai yaitu waktu dibumi ini yang telah digenapkan menjadi 24 jam dalam sehari.
Bayang-bayang itu tetap, maksudnya adalah jika ALLAH menghendaki waktu dibumi ini akan terus menjadi siang dan tidak ada waktu malam.Namun itu hanyalah jika ALLAH menghendaki.
Lalu, matahari sebagai petunjuk. Petunjuk disini maksudnya bisa sebagai petunjuk waktu antara pagi, siang, sore dan malam. Dan bisa juga sebagai penunjuk arah mata angin, dimana matahari terbit sebelah timur dan terbenam di sebelah barat.

46. kemudian Kami menariknya (bayang-bayang itu) kepada Kami* sedikit demi sedikit.
Makna:
Maksudnya adalah adanya perputaran matahari, dari terbitnya fajar (subuh) sampai terbenamnya matahari (maghrib).
*Bayang2 itu Kami hapuskan dengan perlahan2 sesuai dengan terbenamnya matahari sedikit demi sedikit.

47. Dan Dialah yang menjadikan malam untukmu (sebagai) pakaian, dan tidur untuk istirahat, dan Dia jadikan siang untuk bangkit berusaha
Makna:
Malam sebagai pakaian maksudnya, malam sebagai penutup hari, dimana saat malam lebih baik kita tidur untuk mengistirahatkan tubuh kita setelah berusaha diwaktu siang. Maka dari itu, adanya siang sebagai kesempatan kita untuk berusaha mencari rezki yang halal dan untuk menuntut ilmu bagi pelajar. Dan saat malam adalah untuk beristirahat. Itulah hikmah dibalik adanya siang dan malam yang diciptakan oleh ALLAH.

48. Dan Dialah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa kabar gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); dan Kami turunkan dari langit air yang sangat bersih,
Makna:
Dalam ayat ini adalah sebuah pengetahuan, bahwa saat sebelum hujan tentunya akan ada angin kencang penanda akan turun hujan. Tentu saja hujan adalah kabar gembira, karena dengan adanya air hujan yg sangat bersih dari langit (tidak terkontaminasi dengan hal2 lain, ex: bahan2 kimia) memberi manfaat bagi kesuburan tanah, penambah sumber air, dan pembersih udara.

49. agar (dengan air itu) Kami menghidupkan negeri yang mati (tandus), dan Kami memberi minum kepada sebagian apa yang telah Kami ciptakan, (berupa) hewan2 ternak dan manusia yang banyak.
Makna:
Telah dijelaskan pada ayat sebelumnya, bahwa dengan air hujan dapat menyuburkan tanah yang kering, sebagai sumber air minum untuk makhluk hidup yang ada di bumi, seperti manusia, hewan dan tumbuhan.

50. Dan sungguh, Kami telah mempergilirkan (hujan) itu diantara mereka agar mereka mengambil pelajaran; tetapi kebanyakan manusia tidak mau (bersyukur), bahkan mereka mengingkari (nikmat).
Makna:
Mempergilirkan hujan maksudnya, kita telah tahu adanya pergantian musim disetiap daerah. Misalnya di Kota Bukittinggi sedang hujan. Awan yg membawa hujan akan terus berjalan sampai pada tempat dimana kandungan air pada awan akan habis (pada batas min), misalnya kota Padang. Lalu, bisa saja bergilir ke daerah lain, dst. Pergiliran hujan ini juga sebuah pelajaran dar ALLAH bagi kita agar kita lebih bersyukur lagi dengan apa yg telah diberikan ALLAH kepada kita.

53. dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar dan segar dan yang lain sangat asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang tidak tembus.
Makna:
Kita tahu bahwa air yang ada di bumi semuanya menyatu tanpa batas antara tawar dan asin, tanpa adanya pencampuran antarkedua konsentrasi air yang berbeda. Inilah kekuasaan ALLAH. Para penelitipun sulit mempercayai tentang fenomena tsb. Dan ini benar2 fakta, bahwa adanya suatu dinding pemisah antara air tawar dengan air asin yang ada dilautan.
Bahkan, ada seorang peneliti yang ingin mencari tahu tentang kenapa air tawar dan air laut tidak pernah bersatu, lalu teman si peneliti ini adalah orang muslim dan ia membacakan ayat ini beserta artinya. Ia pun mendapat ilham dan akhirnya masuk Islam. Subhanallah!


Demikianlah kawan, ayat hari ini. Mudah2an bermanfaat. Mohon maaf bila ada salah kata.
Wassalaamu'alaikum!

Leave a Reply

Kami sangat mengharapkan kritikan dan saran dari teman2 semua!

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments